Minggu, 15 Juni 2014

Kampanye Hitam?

Sebenernya tulisan ini dah lama mau aku posting, cuman baru sempet sekarang...Ok.. kita langsung simak aja.. selamat menikmati... ^^v
// pembukaan ga penting, next aja...

Sepertinya Pilpres 2014 ini adalah Pilpres yang paling kelam dibandingkan Pemilu tahun-tahun sebelumnya. Mengapa aku bilang demikian?
Sejak maraknya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, banyak kampanye hitam yang bertebaran. Namanya saja sudah "hitam". Hitam itu kelam, gelap, ga keliatan... ga keliatan baiknya maksudnya.

Jadi kalo dikaitkan ma kampanye, kampanye hitam itu kampanye yang secara sadar atau tidak sadar bermaksud menjatuhkan saingan Capres yang didukung. Mulai yang paling simple (dengan gambar), sampai dari kata-kata yang paling risih didengar oleh telinga dan dilihat oleh mata. 

Aku kira cuman aku yang risih dengan kata-kata kasar, ejekan, cacian yang dilontarkan oleh "haters" salah satu calon. Ternyata banyak juga yang merasakan hal serupa, yang dilontarkan lewat status di berbagai media jejaring sosial, seperti facebook dan bmm. Mungkin aku mewakili mereka yang tidak bisa melontarkan secara langsung kepada haters tersebut. 

Mengapa sih mereka pake kampanye hitam, apa warna putih udah abiz ya... ato mereka uda melupakan pelajaran mereka waktu SD?
# eh, apa hubungannya?

hmm... coba kita simak pertanyaan di bawah ini:

Sesama manusia kita harus...
a. saling menghargai 
b. saling mengolok-olok
c. saling bermusuhan

Naa... itu pelajaran PPKn waktu SD kan...
Dan jawabannya pasti sudah pada tau... anak SD saja tau. Masa' kita sebagai orang dewasa yang BERAKAL dan BERPENDIDIKAN berperilaku seperti anak SD yang belum mengerti tentang moral. 
Kalo ditanya,,
"Om..om... semut aja akur...masa om enggak..."
hehehe... just kidding bro...  

Bagi yang beragama Islam, coba tengok beberapa ayat di bawah ini:
Dalam ayat selanjutnya (QS.Al-Hujuraat:12) juga disebutkan :"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".
Naa lho... Allah aja bilang kalo nyari-nyari keburukan orang itu sama dengan makan daging sodaranya yg uda mati. Pernah denger nama "Sumanto"? orang yg suka makan mayat. Tapi mayat yg dimakan itu mayatnya orang yg entah siapa itu, yg jelas bukan mayat sodaranya. 
Jadi,, berarti lebih parah dari Sumanto donk???
naudubillahi min dzalik... semoga kita terhindar dari yg sedemikian itu...

Dan juga, kalo kalian denger ato lihat berita yang miring tentang saingan Capres kalian, jangan langsung ditelan mentah-mentah dan disebarluaskan...
bisa jadi itu belum tentu benar. masih dalam QS AL-Hujuraat juga, coba tengok terjemah ayat berikut:
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS. AL-Hujuraat:6)

Apalagi kalau ternyata setelah diteliti berdasarkan fakta-fakta yang akurat, ternyata berita itu bohong, itu fitnah. Bagaimana coba?
Kita lihat lagi ayat berikut:
"(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yg tidak kamu ketahui sedikit juga & kamu menganggapnya suatu yg ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (Qs. An-Nuur:15)
--------------------------
Untuk kalian yang mencaci tentang fisik, kita bisa saja memutar balikkan itu ke kalian. Aku kasih contoh simpel lagi, misalnya kamu pergi ke sebuah pameran lukisan nie, trus pas kamu liat sebuah lukisan, dimana disitu ternyata ada pelukisnya disebelahmu, dan kamu bilang, "ih.. lukisannya jelek banget sih... ". Pelukisnya marah ndak kalo kalian bilang begitu, nyata-nyata di depan dia, dan di depan semua orang.
# trus apa hubungannya???
Naa... masalah fisik, coba kalian pikir. Apakah kalian sebelum lahir ke dunia dulu bisa request ke Tuhan, "Tuhan, kalo nyiptain aku, aku tolong dikasi muka yg cakep ya, kulit putih, hidung mancung, bla...bla..bla..." // hehehe... pastinya tidak kan? Fisik yang kita miliki sekarang adalah karunia dari Tuhan. Jadi bila kalian menghina fisik, itu sama artinya dengan kalian menghina Tuhan. Sadar wooeeyyy... Kalau kalian tidak berhenti memaki soal fisik, tidak hanya kepada capres, tetapi pada siapapun itu, dengan niat menjatuhkan dia, tunggu saja karma Tuhan menimpa kalian. Kalian pikir Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa kalau Dia sudah marah? Fir'aun saja bisa ditenggelamkan, kaum Tsamud bisa diratakan dengan tanah, apalagi kaum Sodom, kaumnya Nabi Luth, dihujani dengan batu secara bertubi-tubi sampai mereka semua mati bergelimpangan. Hehehe.. bukan bermaksud nakut-nakutin bro..sis.. cuma contoh.. barangkali bisa dijadikan pelajaran...

Kalau fisik disangkutpautkan dengan kewibawaan, aku rasa itu tidak ada hubungannya. Misalnya kalian mempunyai pemimpin yang bertubuh besar, tegap dan dan badannya kotak-kotak (kekar maksudnya). Wiii... berwibawa banget ya... Dan ternyata ujung-ujungnya dia terbukti korupsi. Apakah dia masih berwibawa di mata kalian? Dan misalnya kalian punya pemimpin orang yang kurus, hitam, pendek, tapi dia rendah hati, peduli dengan masyarakat, dan bisa mensejahterakan rakyatnya. Apakah kalian masih menganggapnya tidak berwibawa?
Itu misalnya. Kita kan memang belum ada yang tau kedepannya bagaimana, sekali lagi ini bila dikaitkan antara fisik dan kewibawaan. Jadi, wibawa itu berkaitan dengan akhlak, perilaku, karakter, bukan fisik. Ato kalo masih nda percaya, coba diteliti deh, bagi mahasiswa tingkat akhir bisa dijadiin ide judul skripsi nie. "Hubungan antara fisik dan kewibawaan pemimpin terhadap pencitraan di mata masyarakat". Tar kamu bisa pake statistik deskriptif kuantitatif dengan teknik random sampling. Walah... malah ngomongin skripsi...hehehe... 

Atau kewibawaan disangkutpautkan dengan kemampuan bahasa inggris? hehehe... Memangnya kalau tidak bisa bahasa inggris kenapa? malu dihadapan pada duta asing ato presiden-presiden negara lain?
Bagaimana menurut kalian kalau ada presiden yang lancar bahasa inggrisnya melebihi orang inggris, saking lancar bahasa inggrisnya, sampai kita tidak tau dia bersekongkol dengan duta asing untuk mengambil aset negara?
Dan setelah kita tau persekongkolannya, apakah dia masih bisa dibilang berwibawa dihadapan kalian?

Kita penduduk Indonesia, yang sebagian besar muslim, taukah kalian bahwa dulu pernah ada pemimpin umat yang bahkan tidak bisa membaca dan menulis. Aku bukan bermaksud mengejeknya, sekali lagi ini bila disangkutpautkan dengan kewibawaan. Taukah kalian siapa dia? 
Dialah Rasulullah saw. Pemimpin yang masuk dalam daftar urutan pertama dalam kategori 100 orang yang paling berpengaruh di dunia, bahkan orang-orang barat pun mengaguminya. Masyallah... Apakah dia juga tidak bernegosiasi dengan bangsa lain? Lalu bagaimana dia bisa menaklukkan banyak negeri?  hmm... kalau diceritakan penjang sejarahnya. Cari tau sendiri deh. Yang jelas justru ketidakmampuannya untuk baca tulis itu menjadi keistimewaannya terhadap ajaran yang dibawanya. Apakah menurut kalian orang yang disebut dalam urutan pertama orang yang paling berpengaruh di dunia itu tidak berwibawa?


Dan bagi yang merasa jengkel, marah dengan cacian yang dilontarkan mereka, sabar bro... sis....

“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syura:43)
"…dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S. Al Anfal: 46)

Kembali ke kalian yang mungkin masih menjadi haters,,
Terlepas dari ayat-ayat di atas, kalo ini dikaitkan dengan hak, memang kalian punya hak untuk ngomong apa aja. Tapi kami juga punya hak untuk mendengar kata-kata yang baik. Telinga kami panas, risih mendengar hal-hal jelek yang kalian ucapkan. Kita hidup di negara yang menjunjung tinggi toleransi, saling menghargai, tenggang rasa. Atau coba kalian bayangkan, misalnya capres kalian yang diolok-olok, atau ditertawakan dengan sinis karena suatu kekurangannya, nggak enak kan? 
Itulah pentingnya tenggang rasa. Contoh simplenya, kalo nggak mau dicubit ya jangan nyubit, tar jadi cubit-cubitan...hehehe...Perasaan itu pelajaran PPKn waktu SD deh. Pelajaran PPKn itu tidak hanya untuk dihafalkan, tapi diterapkan.  
Jadi tolong.... berbicaralah yang baik, yang sopan. Lagian Rasul juga pernah bilang, "Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam"

Inget juga bro, sis, bentar lagi bulan Ramadhan, bulan puasa, bulan yang suci... Jadi mari kita bersihkan hati dari hal-hal yang tercela semacam itu, agar amal ibadah kita diterima, tidak sia-sia karena dihanguskan dosa yang kita lakukan...

Aku tau, walaupun kalian tidak suka dengan saingan Capres kalian, tapi tujuan yang paling paling paliiiiing utama itu punya presiden yang baik, yang jujur, yang tegas, yang peduli sama rakyat, pendidikan, kesejahteraan, kesehatan, dan sebagainya yang pada intinya akan membuat Indonesia lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera. Itu juga yang kita semua inginkan. Tapi, sayang sekali... caranya bukan seperti itu, dengan alasan-alasan yang sudah kuungkapkan sebelumnya. 
Kalau tujuannya memang bener-bener seperti itu, alangkah lebih baiknya kalau kalian membicarakan tentang kebaikan Capres yang kalian dukung. Secara logika, orang mikirnya menjelekkan calon lain bukan berarti calon kalian itu baik, bisa jadi sebenarnya sama-sama jeleknya. Tapi, mengungkap kebaikan calon itu sudah pasti akan menaikkan citra Calon yang kalian dukung. Entah saingan Calon kalian itu baik atau jelek, yang jelas orang akan berpikir "oww... ini lho orang yang didukung si X, si X bilang calon ini BAIK, katanya Calonnya begini dan begitu..... si X aja baik, sopan, berpendidikan, dan kata-katanya santun, orang yang dia pilih pasti ga sembarangan, pasti ini ni yang bener"
Maka... secara otomatis orang tersebut akan menularkan ke orang lain kebaikan yang didengarnya, begitu seterusnya. 
Jadi, kalo bisa dengan cara yang baik, kenapa milih yang cara yang ..... yang demikianlah, ga enak dibaca nanti... hehehe....

Buat orang-orang yang mungkin tersinggung dengan kata-kataku di atas, maap bro, sis, tidak bermaksud menjelekkan kalian, saya hanya bermaksud mengingatkan... kan di agama kita juga diwajibkan amal ma'ruf nahi mungkar... menyeru kepada yang kebenaran, saling mengingatkan kalo ada yang salah, juga mendamaikan kalo ada yang bertengkar masalah Capres... hehehe...
Pada dasarnya kita semua ingin hidup damai kan...
Maka dari itu, stop kampanye hitam...
Peace bro...sis... 


Dan para pembaca,, untuk Indonesia yang lebih baik,, mari kita aminkan doa di bawah ini ...
"Ya Tuhan... tunjukkanlah pada kami, mana pemimpin yang benar-benar bisa mengemban amanah rakyat, kalau dua-duanya banyak kekurangan Ya Tuhan, tunjukkan kami pemimpin mana yang kekurangannya tidak merugikan rakyat, kalau dua-duanya nanti ada kemungkinan korupsi Ya Tuhan, tunjukkan kami mana yang korupsinya paling sedikit. Kalau dua-duanya baik akhlaknya Ya Tuhan, tunjukkan pada kami mana yang lebih baik akhlaknya. Tunjukkanlah pada kami Ya Tuhan, pemimpin mana yang kedepannya membawa bangsa ini menjadi lebih baik, baik dari segi moral, pendidikan, ekonomi, maupun hukum."

"Tuhan, kami tau siapapun presiden yang terpilih nanti itu bukan superman, bukan juga penyihir atau pesulap, yang dalam sekejap bisa merubah negeri ini jadi makmur dan sejahtera, jadi tolonglah dia Tuhan, berilah dia kesabaran dan kuatkanlah hatinya untuk terus-menerus membangun bangsa ini di tengah orang-orang yang ingin menjatuhkannya, dan lunakkanlah hati partner-partner yang bekerjasama dengannya dalam hal kebaikan. Permudahlah birokrasi-birokrasi yang selama ini dipersulit oleh bangsa ini sendiri, bila itu dalam hal kebaikan. Ya Tuhan, ingatkanlah dia atau partner-partnernya bila terbesit keinginan di hatinya untuk korupsi. Bantulah dia untuk bersikap tegas dan adil terhadap orang-orang yang korupsi Ya Tuhan, walaupun itu dalam partainya sendiri. Berikanlah disampingnya orang-orang yang jujur dan amanah Ya Tuhan, agar bisa membantu mengingatkan dia kalau dia salah, agar dia tidak berjuang sendirian, di tengah banyaknya pejabat-pejabat yang korup."
aamiiin...

2 komentar:

  1. Amin amin amin...
    Ngapain juga saling mencela kalo pada akhirnya tujuannya satu : Memilih pemimpin yang paling baik demi kemajuan Indonesia.
    STOP BLACK CAMPAIGN karena sama saja dengan menyebar FITNAH.
    Naudzubillah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dik... sepakat...
      kalo ada cara yang lebih baik, kenapa tidak?
      :D

      Hapus