Jumat, 15 Agustus 2014

NGACA (sesi 1)

Kalo kamu tanya orang “kamu pernah ngaca nggak?”  paling jawabannya “ya pasti pernahlah”, ato kalo tipe orang yg kamu tanya tempramen pasti jawabannya gini, “maksud lho apa?!!” kalo nggak gitu langsung “plakkk!!” (suara tamparan keras). Hehehe…

Yupss… ngaca kalo diartikan biasa ya tanggapannya bakalan biasa. Ngaca itu,, ya… bercermin di depan kaca biar keliatan wajah kita, diri kita, penampilan kita, biar kita tau uda pas apa belum penampilan kita, biar kita tau ada yg salahkah dengan tatanan rambut kita? bajunya kebalik ndak? (kebangetan kalo kebalik :P) mm… apalagi ya… kalo yg cewe’ cewe’ nie biasanya ngaca buat make up’an, biar pake eye shadownya pas, biar pake maskaranya pas, biar pake apalagi ya… pokoknya paslah…gak celometan… liat aja gambar disamping.. anak kecil aja sering ngaca, masa kita enggak? :P
Intinya,, kenapa kita perlu ngaca?
KARENA KACA GA PERNAH BOHONG
Betul gak???
Pasti sepakat semua… J  Ok guys.. lanjuuut…
Naa… itu kalo yg ditanya tanggapannya biasa. Kalo yg tempramen tersebut pastinya uda paham, berarti “ngaca” dalam artian lain. Bukan secara harfiah, bukan secara kamus, bukan secara istilah. Tapi, yang akan kita bahas ini adalah “ngaca” secara implisit. Karna nggak cuman wajah yg butuh kaca, hati juga perlu. Namun, cermin hati ini jarang yang menunjukkan penampakan hati kita secara jujur, mungkin karena cerminnya yang buram, ato cahaya di hati kita terlalu redup, sehingga ga keliatan kuman-kumannya (lho kira mikroskop, buat liat kuman-kuman :P).
Maksudnya kuman itu dosa-dosa, kesalahan, kekhilafan yang pernah kita lakukan. Kita mungkin heran, tersinggung, ato ngerasa aneh kalo tiba-tiba ditanya/dibilang orang “kamu pernah ngaca nggak?”. Tapi, coba kalo yang tanya itu malaikat pencatat amal yang cuman geleng-geleng ngeliat kelakuan kita, ato Tuhan yang berkali-kali ngingetin kita lewat teguran kasih sayangnya tapi kita ga sadar, ato bahkan malaikat pencabut nyawa yg uda bawa penthungan gedhe, siap buat mukul wajah dan punggung kita? (eh, beneran lho ini, coba tengok di Qur’an bagi yg muslim, gimana nasibnya orang-orang tertentu waktu nyawanya dicabut).
Oleh karena itu, mumpung masih penulis nie yg nanya, bukan Tuhan, bukan juga malaikat pencabut nyawa, mari kita banyak-banyak ngaca. Kalo kamu masi ngerasa ga ada salah apa-apa, ga ada dosa apa-apa, berarti cermin hati kamu mungkin masih buram. Coba dibersiin lewat sholat malam. Jangan bilang sholat kamu juga bolong-bolong?. Naa.. itu juga salah satu faktor cermin hatimu masih buram. Coba sekali-sekali kamu BANGUN MALAM DI SAAT ORANG UDAH PADA TIDUR, SHOLAT tahajjud 2 rakaat. Karena DI SAAT-SAAT INILAH CERMIN HATI lagi JERNIH-JERNIHNYA. Terus kamu renungin baik-baik, apa salahmu, maksiat apa yg uda kamu lakukan, apa aja dosa-dosamu selama ini, mbangkang ma ortukah? Dibilangin masih bandelkah? Korupsi uang sakukah? Nyakitin orangkah? zinakah? (ga Cuma zina fisik lho, zina hati juga bisa)
Yang kesalahan-kesalahan itu mungkin menghambatmu melakukan kebaikan, menghambat rejekimu, menghambat otakmu buat mencerna pelajaran/matakuliah, menghambat jodoh yang mau datang ke kamu (bukan nakut-nakutin, tapi bisa jadi lho..) hehehe…

Rabu, 09 Juli 2014

Laporan Praktik Industri

Pada waktu kuliah semester 5 lalu angkatan saya mendapat giliran praktik industri (PI). Waktu itu mahasiswa bebas memilih tempat praktik, dengan membawa surat pengantar dari pihak kampus. Biasanya kalo ada link, ga' susah masuknya. Alhamdulillah saya dan beberapa teman mendapat persetujuan untuk magang di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kab. Blitar. 
untuk kegiatan sehari-hari disana, tidak terlalu banyak tugas, namun ada satu kendala yang kami jadikan studi kasus untuk laporan PI saya. Di dinas tersebut pengolahan data pegawai (pada waktu itu) serta penulisan surat masuk dan keluar masih dilakukan secara manual. Untuk itu, pembimbing PI kami di lapangan, meminta kami untuk membuat aplikasi tentang pengolahan data pegawai serta surat masuk dan surat keluar agar lebih memudahkan pegawai setempat dalam menjalankan tugasnya. 
Berikut laporan PI saya :
2. Bab 1
3. Bab 2
4. Bab 3
5. Bab 4
Seperti biasa, saya upload di scribd, silahkan buka lewat link di atas.
Semoga bisa menjadi referensi bagi pembaca, sebagai gambaran mengenai isi laporan praktik industri. Kalo menemukan studi kasus serupa, kalo ide yang sama, ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) boleh, tapi jangan dijiplak ya.. :P). Oya, laporan tersebut, juga program/aplikasi yang saya buat masih belum sempurna, semoga kedepannya bila ada ide yang hampir serupa, bisa disempurnakan lagi.

...Semoga bermanfaat...

Minggu, 22 Juni 2014

Jobsheet OOP

3 minggu lalu saya dapat amanah buat ngajar OOP pake bahasa pemrograman Java pake IDE Netbeans. Sebagai bahan ajar, saya membuat jobsheet untuk praktikumnya. Sementara materi yang saya ajar ada 3 topik, saya upload lewat scribd. Saya kasih link disini, semoga bisa bermanfaat bagi yg mau belajar OOP.
Berikut linknya:

Bagi yg masih awam dengan gimana cara donlod di scribd, bisa klik disini.
File di scribd ada yang berbayar dan ada yang gratis. Kalo yg uda pernah upload file di scribd, entah itu makalah, artikel ato tugas sekolah/kuliah yg pernah dibikin, mungkin bisa mendapatkan file berbayar secara gratis, karena scribd menggunakan sistem barter/saling share. Kita ngasih file ke scribd, dia akan ngasih file ke kita gratisan juga. Jadi sebaiknya untuk yang baru gabung/daftar di scribd, upload file di scribd dulu. Karena teman saya ada yang baru daftar, belum upload file, dia tetap suruh bayar juga makalah yg mau di donlod. Ini masih persepsi saya sih... berdasarkan pengalaman saya dan teman saya yg saya bandingkan. Semoga sekilas info ini bisa membantu...

Semoga bermanfaat...
(^__^)

Minggu, 15 Juni 2014

Kampanye Hitam?

Sebenernya tulisan ini dah lama mau aku posting, cuman baru sempet sekarang...Ok.. kita langsung simak aja.. selamat menikmati... ^^v
// pembukaan ga penting, next aja...

Sepertinya Pilpres 2014 ini adalah Pilpres yang paling kelam dibandingkan Pemilu tahun-tahun sebelumnya. Mengapa aku bilang demikian?
Sejak maraknya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, banyak kampanye hitam yang bertebaran. Namanya saja sudah "hitam". Hitam itu kelam, gelap, ga keliatan... ga keliatan baiknya maksudnya.

Jadi kalo dikaitkan ma kampanye, kampanye hitam itu kampanye yang secara sadar atau tidak sadar bermaksud menjatuhkan saingan Capres yang didukung. Mulai yang paling simple (dengan gambar), sampai dari kata-kata yang paling risih didengar oleh telinga dan dilihat oleh mata. 

Aku kira cuman aku yang risih dengan kata-kata kasar, ejekan, cacian yang dilontarkan oleh "haters" salah satu calon. Ternyata banyak juga yang merasakan hal serupa, yang dilontarkan lewat status di berbagai media jejaring sosial, seperti facebook dan bmm. Mungkin aku mewakili mereka yang tidak bisa melontarkan secara langsung kepada haters tersebut. 

Mengapa sih mereka pake kampanye hitam, apa warna putih udah abiz ya... ato mereka uda melupakan pelajaran mereka waktu SD?
# eh, apa hubungannya?

hmm... coba kita simak pertanyaan di bawah ini:

Sesama manusia kita harus...
a. saling menghargai 
b. saling mengolok-olok
c. saling bermusuhan

Naa... itu pelajaran PPKn waktu SD kan...
Dan jawabannya pasti sudah pada tau... anak SD saja tau. Masa' kita sebagai orang dewasa yang BERAKAL dan BERPENDIDIKAN berperilaku seperti anak SD yang belum mengerti tentang moral. 
Kalo ditanya,,
"Om..om... semut aja akur...masa om enggak..."
hehehe... just kidding bro...  

Bagi yang beragama Islam, coba tengok beberapa ayat di bawah ini:
Dalam ayat selanjutnya (QS.Al-Hujuraat:12) juga disebutkan :"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".
Naa lho... Allah aja bilang kalo nyari-nyari keburukan orang itu sama dengan makan daging sodaranya yg uda mati. Pernah denger nama "Sumanto"? orang yg suka makan mayat. Tapi mayat yg dimakan itu mayatnya orang yg entah siapa itu, yg jelas bukan mayat sodaranya. 
Jadi,, berarti lebih parah dari Sumanto donk???
naudubillahi min dzalik... semoga kita terhindar dari yg sedemikian itu...

Dan juga, kalo kalian denger ato lihat berita yang miring tentang saingan Capres kalian, jangan langsung ditelan mentah-mentah dan disebarluaskan...
bisa jadi itu belum tentu benar. masih dalam QS AL-Hujuraat juga, coba tengok terjemah ayat berikut:
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS. AL-Hujuraat:6)

Apalagi kalau ternyata setelah diteliti berdasarkan fakta-fakta yang akurat, ternyata berita itu bohong, itu fitnah. Bagaimana coba?
Kita lihat lagi ayat berikut:
"(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yg tidak kamu ketahui sedikit juga & kamu menganggapnya suatu yg ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (Qs. An-Nuur:15)
--------------------------
Untuk kalian yang mencaci tentang fisik, kita bisa saja memutar balikkan itu ke kalian. Aku kasih contoh simpel lagi, misalnya kamu pergi ke sebuah pameran lukisan nie, trus pas kamu liat sebuah lukisan, dimana disitu ternyata ada pelukisnya disebelahmu, dan kamu bilang, "ih.. lukisannya jelek banget sih... ". Pelukisnya marah ndak kalo kalian bilang begitu, nyata-nyata di depan dia, dan di depan semua orang.
# trus apa hubungannya???
Naa... masalah fisik, coba kalian pikir. Apakah kalian sebelum lahir ke dunia dulu bisa request ke Tuhan, "Tuhan, kalo nyiptain aku, aku tolong dikasi muka yg cakep ya, kulit putih, hidung mancung, bla...bla..bla..." // hehehe... pastinya tidak kan? Fisik yang kita miliki sekarang adalah karunia dari Tuhan. Jadi bila kalian menghina fisik, itu sama artinya dengan kalian menghina Tuhan. Sadar wooeeyyy... Kalau kalian tidak berhenti memaki soal fisik, tidak hanya kepada capres, tetapi pada siapapun itu, dengan niat menjatuhkan dia, tunggu saja karma Tuhan menimpa kalian. Kalian pikir Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa kalau Dia sudah marah? Fir'aun saja bisa ditenggelamkan, kaum Tsamud bisa diratakan dengan tanah, apalagi kaum Sodom, kaumnya Nabi Luth, dihujani dengan batu secara bertubi-tubi sampai mereka semua mati bergelimpangan. Hehehe.. bukan bermaksud nakut-nakutin bro..sis.. cuma contoh.. barangkali bisa dijadikan pelajaran...

Kalau fisik disangkutpautkan dengan kewibawaan, aku rasa itu tidak ada hubungannya. Misalnya kalian mempunyai pemimpin yang bertubuh besar, tegap dan dan badannya kotak-kotak (kekar maksudnya). Wiii... berwibawa banget ya... Dan ternyata ujung-ujungnya dia terbukti korupsi. Apakah dia masih berwibawa di mata kalian? Dan misalnya kalian punya pemimpin orang yang kurus, hitam, pendek, tapi dia rendah hati, peduli dengan masyarakat, dan bisa mensejahterakan rakyatnya. Apakah kalian masih menganggapnya tidak berwibawa?
Itu misalnya. Kita kan memang belum ada yang tau kedepannya bagaimana, sekali lagi ini bila dikaitkan antara fisik dan kewibawaan. Jadi, wibawa itu berkaitan dengan akhlak, perilaku, karakter, bukan fisik. Ato kalo masih nda percaya, coba diteliti deh, bagi mahasiswa tingkat akhir bisa dijadiin ide judul skripsi nie. "Hubungan antara fisik dan kewibawaan pemimpin terhadap pencitraan di mata masyarakat". Tar kamu bisa pake statistik deskriptif kuantitatif dengan teknik random sampling. Walah... malah ngomongin skripsi...hehehe... 

Atau kewibawaan disangkutpautkan dengan kemampuan bahasa inggris? hehehe... Memangnya kalau tidak bisa bahasa inggris kenapa? malu dihadapan pada duta asing ato presiden-presiden negara lain?
Bagaimana menurut kalian kalau ada presiden yang lancar bahasa inggrisnya melebihi orang inggris, saking lancar bahasa inggrisnya, sampai kita tidak tau dia bersekongkol dengan duta asing untuk mengambil aset negara?
Dan setelah kita tau persekongkolannya, apakah dia masih bisa dibilang berwibawa dihadapan kalian?

Kita penduduk Indonesia, yang sebagian besar muslim, taukah kalian bahwa dulu pernah ada pemimpin umat yang bahkan tidak bisa membaca dan menulis. Aku bukan bermaksud mengejeknya, sekali lagi ini bila disangkutpautkan dengan kewibawaan. Taukah kalian siapa dia? 
Dialah Rasulullah saw. Pemimpin yang masuk dalam daftar urutan pertama dalam kategori 100 orang yang paling berpengaruh di dunia, bahkan orang-orang barat pun mengaguminya. Masyallah... Apakah dia juga tidak bernegosiasi dengan bangsa lain? Lalu bagaimana dia bisa menaklukkan banyak negeri?  hmm... kalau diceritakan penjang sejarahnya. Cari tau sendiri deh. Yang jelas justru ketidakmampuannya untuk baca tulis itu menjadi keistimewaannya terhadap ajaran yang dibawanya. Apakah menurut kalian orang yang disebut dalam urutan pertama orang yang paling berpengaruh di dunia itu tidak berwibawa?


Dan bagi yang merasa jengkel, marah dengan cacian yang dilontarkan mereka, sabar bro... sis....

“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syura:43)
"…dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S. Al Anfal: 46)

Kembali ke kalian yang mungkin masih menjadi haters,,
Terlepas dari ayat-ayat di atas, kalo ini dikaitkan dengan hak, memang kalian punya hak untuk ngomong apa aja. Tapi kami juga punya hak untuk mendengar kata-kata yang baik. Telinga kami panas, risih mendengar hal-hal jelek yang kalian ucapkan. Kita hidup di negara yang menjunjung tinggi toleransi, saling menghargai, tenggang rasa. Atau coba kalian bayangkan, misalnya capres kalian yang diolok-olok, atau ditertawakan dengan sinis karena suatu kekurangannya, nggak enak kan? 
Itulah pentingnya tenggang rasa. Contoh simplenya, kalo nggak mau dicubit ya jangan nyubit, tar jadi cubit-cubitan...hehehe...Perasaan itu pelajaran PPKn waktu SD deh. Pelajaran PPKn itu tidak hanya untuk dihafalkan, tapi diterapkan.  
Jadi tolong.... berbicaralah yang baik, yang sopan. Lagian Rasul juga pernah bilang, "Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam"

Inget juga bro, sis, bentar lagi bulan Ramadhan, bulan puasa, bulan yang suci... Jadi mari kita bersihkan hati dari hal-hal yang tercela semacam itu, agar amal ibadah kita diterima, tidak sia-sia karena dihanguskan dosa yang kita lakukan...

Aku tau, walaupun kalian tidak suka dengan saingan Capres kalian, tapi tujuan yang paling paling paliiiiing utama itu punya presiden yang baik, yang jujur, yang tegas, yang peduli sama rakyat, pendidikan, kesejahteraan, kesehatan, dan sebagainya yang pada intinya akan membuat Indonesia lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera. Itu juga yang kita semua inginkan. Tapi, sayang sekali... caranya bukan seperti itu, dengan alasan-alasan yang sudah kuungkapkan sebelumnya. 
Kalau tujuannya memang bener-bener seperti itu, alangkah lebih baiknya kalau kalian membicarakan tentang kebaikan Capres yang kalian dukung. Secara logika, orang mikirnya menjelekkan calon lain bukan berarti calon kalian itu baik, bisa jadi sebenarnya sama-sama jeleknya. Tapi, mengungkap kebaikan calon itu sudah pasti akan menaikkan citra Calon yang kalian dukung. Entah saingan Calon kalian itu baik atau jelek, yang jelas orang akan berpikir "oww... ini lho orang yang didukung si X, si X bilang calon ini BAIK, katanya Calonnya begini dan begitu..... si X aja baik, sopan, berpendidikan, dan kata-katanya santun, orang yang dia pilih pasti ga sembarangan, pasti ini ni yang bener"
Maka... secara otomatis orang tersebut akan menularkan ke orang lain kebaikan yang didengarnya, begitu seterusnya. 
Jadi, kalo bisa dengan cara yang baik, kenapa milih yang cara yang ..... yang demikianlah, ga enak dibaca nanti... hehehe....

Buat orang-orang yang mungkin tersinggung dengan kata-kataku di atas, maap bro, sis, tidak bermaksud menjelekkan kalian, saya hanya bermaksud mengingatkan... kan di agama kita juga diwajibkan amal ma'ruf nahi mungkar... menyeru kepada yang kebenaran, saling mengingatkan kalo ada yang salah, juga mendamaikan kalo ada yang bertengkar masalah Capres... hehehe...
Pada dasarnya kita semua ingin hidup damai kan...
Maka dari itu, stop kampanye hitam...
Peace bro...sis... 


Dan para pembaca,, untuk Indonesia yang lebih baik,, mari kita aminkan doa di bawah ini ...
"Ya Tuhan... tunjukkanlah pada kami, mana pemimpin yang benar-benar bisa mengemban amanah rakyat, kalau dua-duanya banyak kekurangan Ya Tuhan, tunjukkan kami pemimpin mana yang kekurangannya tidak merugikan rakyat, kalau dua-duanya nanti ada kemungkinan korupsi Ya Tuhan, tunjukkan kami mana yang korupsinya paling sedikit. Kalau dua-duanya baik akhlaknya Ya Tuhan, tunjukkan pada kami mana yang lebih baik akhlaknya. Tunjukkanlah pada kami Ya Tuhan, pemimpin mana yang kedepannya membawa bangsa ini menjadi lebih baik, baik dari segi moral, pendidikan, ekonomi, maupun hukum."

"Tuhan, kami tau siapapun presiden yang terpilih nanti itu bukan superman, bukan juga penyihir atau pesulap, yang dalam sekejap bisa merubah negeri ini jadi makmur dan sejahtera, jadi tolonglah dia Tuhan, berilah dia kesabaran dan kuatkanlah hatinya untuk terus-menerus membangun bangsa ini di tengah orang-orang yang ingin menjatuhkannya, dan lunakkanlah hati partner-partner yang bekerjasama dengannya dalam hal kebaikan. Permudahlah birokrasi-birokrasi yang selama ini dipersulit oleh bangsa ini sendiri, bila itu dalam hal kebaikan. Ya Tuhan, ingatkanlah dia atau partner-partnernya bila terbesit keinginan di hatinya untuk korupsi. Bantulah dia untuk bersikap tegas dan adil terhadap orang-orang yang korupsi Ya Tuhan, walaupun itu dalam partainya sendiri. Berikanlah disampingnya orang-orang yang jujur dan amanah Ya Tuhan, agar bisa membantu mengingatkan dia kalau dia salah, agar dia tidak berjuang sendirian, di tengah banyaknya pejabat-pejabat yang korup."
aamiiin...

Rabu, 07 Mei 2014

Ujian itu...

Sering aku bertanya dalam hati, "Ya Allah, mengapa aku Kau tempatkan disini, yang aku rasa kondisinya tidak lebih baik dari waktu aku di Jawa"
Aku bertanya begitu karena dulu sebelum ke Manado ini aku istikhoroh, apabila ini yang terbaik untukku, mohon dimantabkan hatiku dan dimudahkan jalanku menuju ke sini. Dan Alhamdulillah, hatiku mantab dan perjalanannya dimudahkan, tiba-tiba nyampe aja disini. Tapi lama-kelamaan situasi dan kondisinya tidak seperti yang kuharapkan. Padahal jika istikhorohku benar harusnya ini yang terbaik, tapi mengapa sekarang kondisinya seperti ini???
Mengapa???

Sekarang telah kutemukan jawabannya, melalui sebuah postingan teman saya di sebuah grup di aplikasi jejaring sosial…


Ujian itu...

Terletak pada titik kelemahan kita...

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah pada titik-titik kelemahan kita...
*Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.
*Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.
*Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.
*Orang yang selalu berlambat-lambat ketika masuk kuliah karena alasan kesiangan, rumahnya jauh, macet, sibuk organisasi, sibuk chattingan, dll akan senantiasa dipertemukan dengan perkara-perkara tersebut di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah akan tetap kuliah atau bolos, apakah bisa disiplin waktu atau tetap bermalas-malasan.
***Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di hidup yang kita jalani ini.

Ingatlah, malaikat atid ga akan menampakkan diri sambil jitak pala lho pake buku catatan amal dan bilang "eh,sumpah tangan gue mpe pegel, ga abiz2 nyatet keburukan lho, ga tobat2 lho ya, uda males, suka ngeluh, selalu cari-cari alasan, tiap hari kerjaannya cuman ngomongin kejelekan orang, nonton pilm ga jelas, parah banget idup lho... ck..ck..ck.. Tapi ini uda tugas gue, apa boleh buat"

Begitu juga dengan malaikat rakib, ga bisa tiba-tiba nongol dan dengan lemah lembut bilang "dari dulu saya sudah siap, sangat sangat siap untuk menulis kebaikan kamu, tapi apa yang terjadi? Saya jadi pengangguran tingkat akut, saya bingung apa yang harus saya tulis, sementara sangat amat jarang sekali kebaikan yang kamu lakukan, paling hanya buang sampah pada tempatnya, itupun dari 10 x buang sampah, hanya sekali yg dibuang pada tempatnya. Tapi untung kamu masih diberi kesempatan, melalui ujian dariNya, itu tandanya Tuhan masih sayang ma kamu.. sadarlah...dan hadapi ujianmu, kalau kamu lulus kamu akan naik kelas, naik level, naik ke derajat yang lebih tinggi"

Ya.. Itu hanya ilustrasi belaka… tidak bermaksud… tapi mudah-mudahan meresap sampe ke hati, seperti kecap  bango di iklan-iklan, yang meresap sampe ke daging... #korbanIklan :P
Sungguh teramat merugi...mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kewajiban, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam kesabaran..
Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan manusiawi. Yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan berlapang dada lalu bersabar serta bertawakkal pada-Nya.

Ingat, "Allah bersama orang-orang yang sabar " (QS. Al-Baqarah:153)
Memang... Jalan menuju sukses itu berat. Karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang memiliki hati sekuat baja. Memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya. memiliki kekuatan yang berlipat. memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi. memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.
Siapapun takan pernah bisa bertahan... melalui jalan menuju kesuksesan ini... mengarungi jalan perjuangan, kecuali dengan KESABARAN!!!

Minggu, 20 April 2014

Mengapa Do'a Tidak Terkabul?

    Mungkin pernah terlintas dalam pikiran kita, mengapa do'a kita tidak terkabul, padahal Allah itu Maha Melihat, Maha Mendengar hamba-hambaNya. Sebuah kisah di bawah ini mungkin bisa menjadi renungan buat kita mengapa do'a kita tidak juga terkabul.

    Suatu hari, Ibrahim ibnu Adam melewati kota Bashrah. Penduduk disana berkumpul dan bertanya, "Wahai Ibrahim, mengapa doa kami tidak dikabulkan Allah? Bukankah Allah menyatakan, "Bedoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan"? Ibrahim ibnu Adam menjawab, "Wahai penduduk Bashrah, hati kalian mati karena 10 hal:
    1. Kalian mengenal Allah, tetapi tidak menunaikan hak-hakNya
    2. Kalian membaca Al-Qur'an, tetapi tidak mengamalkannya
    3. Kalian mengaku cinta Rasul, tetapi tidak mengamalkan sunnahnya
    4. Kalian mengaku setan itu musuh, tetapi masih mau terbujuk rayuannya
    1. Kalian mengaku ingin masuk ke surga, tetapi tidak melakukan sesuatu yang bisa mengantarkan kesana
    1. Kalian mengaku takut neraka, tetapi melakukan sesuatu yang bisa melemparkan diri kesana
    1. Kalian bilang mati itu pasti, tetapi tidak menyiapkannya
    1. Kalian sibuk mengurusi aib orang lain, tetapi lupa aib sendiri
    2. Kalian menguburkan orang mati, tetapi tidak mengambil pelajaran dari kematiannya
    1. Kalian makan nikmat Allah, tetapi tidak mensyukurinya
    Nah, kalau begitu bagaimana Allah akan mengabulkan do'a-doa kalian?"

    Mungkin diantaranya salah satu atau salah banyak dari 10 hal diatas bisa jadi penyebab do'a kita tidak terkabul. Eh, ralat… bukan tidak, tapi belum terkabul. So, mari kita berbenah, perbaiki diri dan …
    Kalo 10 hal diatas dah berez,,,
    Just wait…
    Insyallah do'a kita akan dkabulkan. Kalopun tidak terkabul juga, pasti Dia mempunyai rencana yang lebih baik yang tidak kita duga. 


    Semoga bermanfaat...

    Manado,13 April 2014
    By: senyum   (^__^)

    Sumber :
    Al-Himshi, Layyinah. 2013. Muslimah Pembelajar. Jakarta: Zaman

Selasa, 01 April 2014

Tak Ada yang Abadi

Tiba-Tiba

Terpikirkan mau nulis ketika denger lagunya Peterpan "Tak Ada yang Abadi" yang grup musiknya sekarang ganti nama "Noah". Tapi disini saya bukan akan membahas tentang  NOAH atopun macem-macem lagunya. Melainkan lirik lagu tersebut mengingatkan saya akan beberapa hal yang saya alami akhir-akhir ini. Banyak orang-orang terdekat teman saya maupun teman saya sendiri yang tiba-tiba dipanggil ke Rahmatullah.

Pertama, teman saya (guru di sebuah SMK)
Ketika kebahagian datang di keluarganya karena  beliau akan melahirkan anak kembar,    beliau sesak nafas, akhirnya pingsan ketika mau melahirkan. Pihak rumah sakit setempat tak sanggup menanganinya, akhirnya beliau dirujuk ke rumah sakit lain. Dalam perjalanan ke rumah sakit lain, nyawa beliau dan kedua anaknya tak bisa terselamatkan. Kabar yang mulanya adalah detik-detik kebahagiaan kini menjadi ratapan tangisan yang disesalkan. Tapi apa gunanya disesalkan, toh semua sudah terjadi. Kita hanya bisa mengikhlaskan dan mendoakan agar beliau dan kedua anaknya mendapat tempat terbaik di sisiNya, diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya, dan dijauhkan dari siksa kubur dan siksa neraka. Amiiiin...

Kedua, ayah teman saya di program AK
Ketika pulang dari kampus, tiba-tiba dia mendapat telepon dari seseorang yg mengatakan bahwa dia turut berduka cita atas ayahnya yg meninggal. Mulanya dia sendiri ga percaya, karena barusan telepon kakaknya dan kakaknya tidak bilang apa-apa, seperti tidak ada sesuatu yang terjadi. Kita sendiri juga ga percaya karena akhir-akhir ini banyak penipuan yg beredar melalui telepon.  Tapi, perasaannya yg tidak enak sejak kemarin, memberanikan dirinya untuk menelepon kembali kakaknya. Dan ternyata benar, kakaknya yg mulanya menutup-nutupi kabar itu akhirnya mengaku juga. Kontan, tangis sang adik pecah, dan kita hanya bisa diam mendengar kabar itu. Bagai petir di tengah teriknya mentari, kita semua tidak ada yg menyangka.

Padahal baru 2 bulan lalu, waktu mau pulang kampung, temen saya itu nyeletuk, "pulang mi kau, jangan sampai kamu nyesel, barangkali ini kesempatan terakhir kamu bersama orangtuamu, kamu pasti nyesel kalo ga jadi pulang". Kurang lebih seperti itu kata-katanya menasehati salah satu temenku yg ga mau pulang. Dan tak disangka, dia yg pertama kali memperoleh bukti dari kata-katanya. Lagi-lagi hanya do'a yg bisa kita panjatkan. Agar beliau diampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat terbaik disisiNya.

Ketiga, teman kuliah saya di UM
Dia teman sekelas saya waktu semester 1 dan 2. Saya mendapat kabar dia meninggal karena terkena Demam Berdarah. Katanya telat dibawa ke rumah sakit. Trombositnya sudah turun drastis. Dan nyawanya tidak tertolong. Saya hanya bisa mengucapkan "innalillahi wa inna ilaihi roji'un". Banyak yang tidak percaya dia meninggal secara tiba-tiba di usia yg semua itu. Duka yg mendalam dialami oleh keluarganya, orang-orang terdekatnya, dan kita, teman-teman kuliahnya.

Keempat, kakak teman kuliah saya di UM juga
Kakaknya sudah cukup lama mengidap radang usus. Penyebabnya katanya gara-gara terlalu sering makan mie instan. Mungkin zat-zat berbahaya di dalam ususnya sudah mengendap cukup banyak dan mengganggu metabolisme bahkan merusak ususnya. Tapi terakhir mendengar kabarnya, kakaknya sudah dioperasi. Aku kira kondisinya sudah membaik. Ternyata tidak, dan kemarin aku mendengar kabar duka itu. Katanya kakaknya sudah dioperasi 4 kali. Tapi, sebaik-baik manusia berusaha, tetap Allah yang menentukan. Pasti ada hikmah di balik semua ini. Kita sebagai manusia hanya bisa mengikhlaskan apa yang sudah menjadi takdirNya. Berat memang, tapi itu yang membuat kita lebih kuat dalam menjalani hidup. Dan yang pasti mendoakan yang terbaik untuknya yang berada di sana.

The End

Ya… memang tak ada yang abadi di dunia ini. Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Kalo di tpi-tipi bilang "The End". Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita sudah siap menghadapinya? Siapkah menghadapi kematian yang setiap saat bisa menghampiri kita? Bukankah kita sekarang sudah berada dalam daftar antrian malaikat izrail?
Jawabannya sudah pasti, tidak ada yang benar-benar siap menghadapi kematian, termasuk saya. Kalau misalnya kematian itu bisa dipending, tentunya siapapun itu akan minta pending, sebaik dan sebanyak apapun amalnya. Mengapa demikian? Masing-masing dari kita pasti tau alasannya. // Susah dijelaskan dengan kata-kata… pasti ada seribu alasan, sepuluh ribu, bahkan kalo perlu sejuta alasan kalo itu baru bisa diterima pending kita.

Dan sayangnya itu hanyalah khayalan belaka… ye..ye…sayangnya kematian tidak dapat dipending. Mau tidak mau kita harus siap.

Ada salah seorang teman yang bilang, "sebelum mati aja baru dibanyak-banyakin amalnya"

Sekali lagi sayang seribu sayang, kita ga tau kapan jadwal kita mati. Suruh ngintipin mbah dukun? Peramal?
Walaaah…boro-boro' ngasih tau kapan orang lain mati, wong mereka sendiri aja ga tau kapan mereka mati.. Lagian syirik hal-hal semacam itu.

Yang jelas kita perlu mempersiapkan diri. Perbanyak amal mulai dari sekarang. Jangan sampai kematian kita nanti su'ul khatimah (akhir yg buruk). Karena baik buruknya akhir dari hidup kita nanti, tergantung amalan kita sehari-hari ketika hidup.

Tapi mungkin kalo baca hadist berikut akan ada tanda tanya lagi.

Rasulullah bersabda,"Ada seseorang yang sekian lama berbuat amal ahli surga, kemudian menutup perbuatannya dengan amal ahli neraka. Dan ada pula seseorang yang sekian lama berbuat amal ahli neraka, kemudian menutup perbuatannya dengan amal ahli surga " (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Bagaimana mungkin seseorang yang sepanjang hidupnya menaati Allah, kemudian tersesat di akhir hayatnya?

Dalam buku *) yang saya baca dijelaskan :
Jawaban pertanyaan ini dapat kita temukan dalam kalimat yang akrab dengan telinga kita : barang siapa merahasiakan sesuatu, Allah akan sandangkan (tampakkan) kepadanya pakaiannya. Maksudnya Allah akan menampakkan keburukan yang selama ini ia sembunyikan.

Jadi, ketika amal shaleh dinodai riya' **), ujub***), dan ghurur ****), serta tidak ikhlas karena Allah, amalnya tidak akan diterima. Tidak akan menaikkan derajad pelakunya. Bahkan semua itu akan ditelanjangi (ditampakkan) sebelum ia meninggal dunia. Naudzubillahi min dzalik…

Orang yang kelihatannya alim aja belum tentu khusnul khatimah matinya, apalagi kita. Jangan pernah merasa sudah banyak amalnya, lantas kita nyantai kaya' di pantai. Dosa-dosa kecil yang kita tumpuk tiap hari (seperti ngomongin kejelekan orang) tak sadar sudah menggunung, bahkan mungkin lebih tinggi daripada Mount Everest, puncak tertinggi gunung di dunia // kalo ga salah. Dan dibandingkan amalan kita yang belum tentu diterima, posisi kita berada di titik terbawah, hampir tereliminasi dari jajaran calon penghuni surga. Ato mungkin uda tereliminasi. Kalo ternyata sebelum sempat memperbaiki diri kita uda "The End", tamatlah riwayat kita. Uda tereliminasi, ga bawa koper lagi. Ga ada bekal sama sekali bila amalan kita ternyata ga ada yang diterima karena terkontaminasi penyakit hati.

Oleh karena itu, sebelum tereliminasi, sudah tereliminasi, ato merasa belum masuk kategori daftar calon penghuni surga (termasuk saya), mari kita perbaiki diri, banyak istigfar, isi hidup kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Bukankah Rasul pernah bilang, "sebaik-baik manusia itu adalah yang bermanfaat bagi sesamanya".

Catatan ini bukan bermaksud untuk menggurui siapapun. Tapi ini hanyalah sebuah renungan buat kita, khususnya juga buat saya juga. Bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya. Kematian bukan untuk diratapi dan ditangisi, tapi jadikanlah ini sebagai sebuah peringatan bagi kita yang masih hidup. Tak perlu disesali karena itu memang sudah takdir. Tak perlu diratapi karena takkan mengubah keadaan. Akan lebih baik jika kita mendoakannya dan mempergunakan sisa hidup kita sebaik-baiknya untuk bekal kehidupan setelah mati kelak yang lebih lama dan lebih panjang perjalanannya. Jika bekal kita tak cukup, kita akan lebih menyesal kelak.

Saya memang belum pernah merasakan kehilangan orang terdekat saya. Dan pastinya satu per satu nanti orang terdekat saya akan pergi meninggalkan saya. Atau bahkan mungkin saya duluan yang meninggalkan mereka. Catatan ini buat renungan bila suatu saat nanti ada yang meninggalkan saya, atau suatu saat saya duluan yang meninggalkan mereka, mereka bisa membacanya (ya.. Semoga saja ada yg nemu tulisan ini suatu saat nanti… hehehe...)
// walah… mulai.. alay.com

Sekian… Semoga bermanfaat…
Aamiin...

Manado, 16 Maret 2014 --> lanjutan:  29 Maret 2014
By: senyum   (^__^)

NB:
 *) Al-Himsyi, Layyinah. 2013. Muslimah Pembelajar. Jakarta : zaman.
 **) riya = berbuat karena ingin dipuji manusia,baik dalam perkataan maupun perbuatan, seperti caleg yg mengunjungi orang2 miskin, obral2 janji, dll..// mentang2 musim caleg,contohnya jadi caleg..  ^^v
***)  ujub = sombong
****) ghurur --> kalo ini aku belum tau artinya, mo nyari di internet masih abiz kuotaku // alibi