Kamis, 19 Mei 2016

Cara Menampilkan Pesan WhatsApp di Komputer tanpa perlu Menginstall Aplikasi

Terkadang kita mempunyai pesan atau artikel penting di grup WhatsApp, dan kita ingin menyimpannya. Selain kita bisa menyimpannya di HP, kita bisa menyimpannya di komputer atau laptop kita tanpa perlu mengetik ulang atau menginstall aplikasi agar whatsApp bisa dibuka di komputer kita. Modal utamanya cukup koneksi internet di komputer kita. OK, langsung saja. Berikut langkah-langkahnya :
  1. Pastikan komputer/laptop terkoneksi dengan internet
  2. Buka situs https://web.whatsapp.com/ seperti di bawah ini : 
  3. Buka aplikasi whatsApp di HP à setting à WhatsApp Web
  4. Disitu akan muncul QR code scanner, kemudian arahkan kamera HP ke QR code yang ada di komputer, maka tampilan akan berubah seperti berikut :
Secara otomatis pesan  whatsApp yang ada di HP kita akan muncul. Dan kita dapat mengcopy atau menyalin pesan yang ada di whatsApp ke komputer kita atau ke blog untuk dibagikan ke yang lain agar lebih bermanfaat.

Untuk keluar dari whatsApp web, tinggal klik icon di pojok kanan atas bagian chat seperti gambar berikut, kemudian klik logout.


Selasa, 10 Mei 2016

~ Bukan Kitab Biasa ~

Kira-kira kitab apa yang bisa dikategorikan bukan kitab biasa?
Kitab apa yang paling spesial di muka bumi?

Yupzz… 100 buat yang bisa nebak !!!
Itulah Al-Qur’an. Kenapa Al-Qur’an itu bisa dikatakan bukan kitab biasa? Kenapa Al-Qur’an itu dikatakan spesial?
Karena Al-Qur’an merupakan kitab tertinggi dan termulia diantara kitab-kitab yang lain karena Al-Qur’an adalah kalamullah yang Allah diturunkan untuk kita sebagai petunjuk hidup. Oleh karena itu, cara memperlakukannya tidak boleh sembarangan, tidak boleh asal naruh, asal baca, bahkan mendengarkanya tidak boleh asal-asalan agar kita bisa dapat manfaatnya.
Jadi, disini saya akan membahas tentang adab terhadap Al-Qur’an yang terkadang kita sepelekan, tapi sebenarnya penting untuk kita terapkan. Berikut beberapa adab terhadap Al-Qur’an yang saya ambil dari beberapa sumber. Untuk lebih memudahkan, saya membaginya menjadi 3 bagian, yaitu:  
a.       Adab Memperlakukan Al-Qur’an
1.      Tidak mensejajarkan AlQur’an dengan sesuatu yang lebih rendah.
Perlakuan  seperti  ini  terkadang  terjadi  tanpa  kita  sadari. Misalnya,  meletakkan  AlQur’an  di atas  sajadah  yang kita duduki atau meletakkan Al-Qur’an di tempat yang sejajar dengan kaki kita.  Hal  ini, terkesan mensejajarkan Al-Qur’an dengan sesuatu yang rendah, walaupun  kita  tidak  berniat seperti itu. Karena Al-Qur’an adalah kitab tertinggi yang merupakan perkataan Allah, maka hendaknya Al-Qur’an diletakkan di rak, atau tempat yang tinggi namun mudah dijangkau oleh tangan kita, agar memudahkan kita untuk mengambilnya ketika hendak membaca.
2.       Menyentuh Al-Qur’an dalam keadaan suci
Maksudnya, dianjurkan menyentuh Al-Qur’an ketika kita sudah berwudhu, atau wudhunya masih belum batal. Allah Ta’ala berfirman : “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” (QS. Al-Waqi’ah:79). Orang yang berhadats besar atau kecil tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an baik seluruh atau sebagiannya. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 17: 127).
3.       Tidak  membiarkan  AlQur’an  dalam  keadaan  terbuka  jika  tidak  dibaca  atau  saat berbicara. 
Dalam  membaca  AlQur’an,  hendaknya  fokus  untuk  membacanya.  Jika  harus memulai  suatu  pembicaraan  yang  penting,  kita  dapat  menutup  AlQur’an  selama pembicaraan  itu  berlangsung,  kemudian  membukanya  kembali.  Karena  AlQur’an  tidak seperti  bukubuku  lainnya,  maka  membaca  AlQur’an  tidak  bisa  seperti  membaca  buku bacaan, dengan kata lain harus memperlakukannya dengan baik.

b.      Adab Membaca Al-Qur’an
Nabi Saw. bersabda,”Satu huruf dari membaca Al Quran, akan diberi Allah pahala 10 kebajikan”.

1.       Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang
2.       Membaca  ta’awudz / isti’adzah  saat  memulai  membaca  AlQur’an 
(bacaan ta’awudz/isti’adzah : “audzubillahiminassyaithoonirrojiim”)
Allah Ta’ala berfirrman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alllah dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
3.       Fokus terhadap bacaan.
Hendaknya kita tidak membaca Al-Qur’an sambil tidur atau melakukan aktivitas lain selama membaca. Sebab  otak  kita  tidak  dapat  membagi  konsentrasi  dalam  melakukan  2  hal  sekaligus.
4.       Membaca dengan tajwid yang benar.
5.       Membaca  AlQur’an menghadap  kiblat. 
Hal ini  memang  tidak  terlalu  diharuskan dalam  membaca  AlQur’an.  Namun,  untuk  lebih  khusyu’  saat  membaca  AlQur’an, sebaiknya membaca AlQur’an dengan menghadap ke kiblat
6.       Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.
Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.” (HR. Ahmad)                
7.       Membaguskan suara ketika membacanya
Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan
kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar
kemampuannya.
8.       Mengamalkan apa yang terkandung dalam AlQur’an.

c.       Adab  Mendengarkan Al-Qur’an
Bersikap tenang, diam dan khusyu’  dalam mendengarkan, agar kita mendapat rahmat dari Allah SWT. Sebagaimana firmanNya dalam QS Al-A’raf:2 yang berbunyi : “Dan apabila dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian dirahmati”


Daftar Pustaka :
Yusuf, Abu Hudzaifah. 2008. Adab Membaca Al-Qur’an (Online), (https://muslim.or.id/104-adab-membaca-al-quran.html) diakses pada 9 Mei 2016
Wahana, Nurul. 2014. Adab terhadap Al-Qur’an. (Online), (http://www.iiq.ac.id/index.php?a=artikel&d=2&id=119) diakses pada 9 Mei 2016.
Riyang. Adab Membaca Al-Quran (5) Adab Pendengar. (Online), (http://www.qonita.info/adab-membaca-al-quran-5-adab-pendengar/) diakses pada 9 Mei 2016.
Tuasikal, Muhammad Abduh. 2015. Tidak Boleh Menyentuh Al-Qur’an kecuali Orang yang Suci (Online), (https://rumaysho.com/11234-tidak-boleh-menyentuh-al-quran-kecuali-orang-yang-suci.html) diakses pada 9 Mei 2016.